Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

4.15.2009

THEODORE ROOSEVELT

(diambil dari : The 21 Irrefutable Laws of Leadersip, John C Maxwell)

Dari semua pemimpin yang pernah dipunyai Amerika, Theodore Roosevelt lah yang paling tangguh – secara fisik maupun mental. Tetapi pada mulanya tidaklah demikian. Presiden koboi Amerika ini dilahirkan di Manhattan dalam sebuah keluarga terkemuka. Tetapi ketika masih kecil, ia kurus kerempeng dan sakit-sakitan. Ia mengidap asma yang melemahkannya, menderita penglihatan yang buruk, dan luar biasa kurus. Orangtuanya tidak yakin ia akan bertahan.

Ketika berusia 12 tahun, ayahnya mengatakan, “kamu bermodalkan pikiran, tetapi tidak bermodalkan tubuh, dan tanpa bantuan tubuh, pikiranmu tidaklah mungkin semaju seharusnya. Kamu harus menjadikan tubuhmu modal”.

Roosevelt mulai meluangkan waktu setiap harinya membangun tubuhnya selain pikirannya, dan ia lakukan itu seumur hidupnya. Ia angkat barbell, mendaki, main sepatu es, berburu, mendayung berkuda dan bertinju. Di tahun-tahun kemudian Roosevelt mengevaluasi kemajuannya, mengakui bahwa ketika masih kecil ia penggugup dan pengecut. Tetapi katanya, “dari membaca orang-orang yang saya kagumi…dan dari mengenal ayah saya, saya kagum terhadap orang-orang yang tidak mengenal takut dan yang bisa mengangkat statusnya di dunia, dan saya sungguh ingin seperti mereka”. Ketika lulus dari Harvard, ia sudah seperti mereka, dan ia siap menghadapi dunia politik.

Roosevelt juga bukan menjadi pemimpin besar dalam semalam. Jalannya menuju kepresidenan itu lamban pertumbuhannya. Sementara ia memegang posisi, mulai dari Komisaris Polisi New York City hingga Presiden Amerika Serikat, ia terus belajar dan bertumbuh.

Sebagai calon wakil presiden pada tahun 1900, ia memberikan 673 pidato dan menempuh jarak 20.000 mil berkampanya bagi Presiden McKinley. Dan beberapa tahun setelah menjabat sebagai presiden, ketika menyiapkan pidatonya di Milwaukee, Roosevelt ditembak. Dengan tulang rusuk yang patah serta sebuah peluru bersarang di dadanya, Roosevelt bersikeras menyampaikan pidatonya selama satu jam sebelum membiarkan dirinya dilarikan ke rumah sakit.

Daftar prestasi Roosevelt sungguh luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat tampil sebagai adikuasa. Ia bantu Amerika mengembangkan Angkatan Laut kelas satu. Ia bangun Terusan Panama. Ia negosiasikan damai antara Rusia dan Jepang, meraih Nobel Price untuk Perdamaian dalam prosesnya. Setelah pensiun pada tahun 1909 ia masih memiliki aktivitas-aktivitas lain, diantaranya : memimpin suatu ekspedisi ilmiah di Afrika dan memimpin sebuah kelompok menjelajahi Sungai Keraguan di Brazil yang belum pernah diarungi.

Pada tanggal 6 Januari 1919, di rumahnya di New York, Theodore Roosevelt meninggal dalam tidurnya. Ketika itu, Marshall yang menjadi wakil presiden mengatakan “Maut harus membuatnya tidur, sebab seandainya Roosevelt tidak sedang tidur, pasti ia akan bertarung”. Ketika mereka mengangkatnya dari tempat tidurnya, ternyata di bawah bantalnya terdapat sebuah buku. Hingga akhir hayatnya pun, Roosevelt tetap berupaya belajar dan meningkatkan dirinya.

Kalau anda ingin menjadi pemimpin, kabar baiknya adalah bahwa anda bisa melakukannya. Semua orang mempunyai potensi, tetapi itu tidak mungkin dicapai dalam semalam. Itu menuntut ketekunan. Dan anda mutlak tidak bisa mengabaikan Hukum Proses. Kepemimpinan tidaklah berkembang dalam satu hari. Melainkan seumur hidup.(red)


8.08.2008

Profil : Jhon Marjuni Kadang


Sosok cowok kelahiran 2 Juni 1984 ini selalu tenang dalam pembawaan. Dengan ucapan khasnya “…oke teman-teman”, dia mampu menghimpun dan memimpin pemikiran-pemikiran segar dari jiwa muda dalam beberapa organisasi. PPGT, organisasi kita tercinta, sekarang dan ke depan dipimpin oleh Om Jon (…panggilan akrab Jon).

Pada kurun waktu 2003-2004, Jon memimpin Kamapraja (Ikatan Mahasiswa dan Alumni Petra Toraja). Tidak cuma sampai di situ saja. Pada tahun 2003 Jon masuk dalam kepanitiaan Gebyar Seni Budaya di Petra. Tahun 2005, kepanitiaan LKPD dipimpin oleh Jon. Masih di tahun yang sama, Jon memimpin Kompetisi Ilmiah Kamapraja sebagai ketua. Pada tahun 2006, Jon masuk dalam divisi acara Camp penyambutan MABA Kamapraja. Dan pada tahun 2007, Ia masuk dalam divisi materi panitia Program pEnggerak miNat belAjar (PENA) 2007. Begitu banyak kepanitiaan dan organisasi yang diikuti oleh Jon?...tepat sekali, organisasi memang menjadi hal yang menarik di mata Jon. Menurutnya organisasi merupakan tempat belajar dalam hal sosialisasi, komunikasi, dan yang paling penting leadership. Selain organsisasi, hal menarik lainnya adalah ilmu elektro. Cowok ini menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Teknik Elektro Universitas Kristen Petra. Bagaimana Jon bersikap dalam memimpin suatu organisasi? “Seseorang itu harus berjiwa melayani (serving), memiliki pendekatan persuasif, dalam hubungannya dengan mengutamakan kepentingan seluruh anggota, dan yang terakhir memiliki integritas.” Demikian yang dikatakannya. Pemuda bertipe melankolis plegmatis ini memilih Mother Theresia sebagai tokoh panutannya. “Ia memiliki integritas dan totalitas dalam melayani. Walaupun ditentang oleh banyak kalangan bahkan oleh keuskupannya sendiri, Mother Theresia tetap teguh dalam pelayanannya”.

Jon menyelesaikan pendidikan SD hingga SMU nya di Tana Toraja. SDN 91, SMP Katolik Rantetayo, dan SMU Negeri 1 Makale adalah almamater Jon. Masa SD adalah masa-masa kecil yang paling berkesan bagi seorang Jon. Rasa solidaritas teman bermain, suasana kampung yang menyenangkan merupakan hal yang berharga untuk tetap diingat. Ketika mengikuti kamp paskah dan natal, dilanjutkan dengan malam tahun baru, dimana Jon kecil mengisinya dengan bermain meriam bambu bersama teman-teman sampai pagi, in Torajanese, ma’barattung sae lako melambi’, adalah kenangan manis yang sulit dilupakan Jon. Oh ya..pengalaman yang paling berkesan dalam berorganisasi, bagi Om Jon adalah ketika Kamapraja mengadakan KIK 2005, dimana dia adalah ketuanya. Solidaritas tinggi diantara anggotanya yang tanpa lelah berkarya bagi adik-adik SMA, pengalaman saat pencarian dana;tanpa lelah menghadap beberapa petinggi di Tana Toraja, dan pengalaman menginap di Asrama Elim Rantepao (base camp panitia KIK..red); hanya bermodalkan sara’ba, malam yang dingin dapat dilewati, …adalah hal-hal yang memberikan kesan tersendiri bagi Jon. Sebelum berpisah dengan redaksi, Jon memberikan pegangan hidupnya yang diambilnya dari Ibrani 13. Di dalamnya diuraikan tentang Nasihat dan doa selamat. Jon berpendapat semua aspek hidup ada di bagian ini termasuk di dalamnya pelayanan dan materi.

Demikianlah sedikit fakta tentang Jon Marjuni Kadang, ketua PPGT tahun pelayanan 2008-2010, yang dapat disajikan oleh arek Kareba PPGT.