Tampilkan postingan dengan label Kareba Masallo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kareba Masallo. Tampilkan semua postingan

5.29.2009

Untung Tuhan Tidak Pernah Menyerah

Pada tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah diantara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, dimana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, "Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!"

Sesampainya di tempat di mana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total! Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis. Namun kemudian...tiba- tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk di sana. Ada seseorang yang
sempat menegurnya, "Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati."

Bapak itu menjawab, "Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!" Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka capek dan menyerah. Sebaliknya, si bapak tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, maka ia menggali terus.

Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam, delapan belas jam. Lalu tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, "Armando!", dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil, "Papa!". Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak!

Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu! Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, "Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!"

Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh kesah, putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam pelukan-Nya?

Yesus sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita dan tidak akan pernah menyerah sampai kita sudah dalam pelukannya.

".....;seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai Engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

( Yosua 1:5b )

4.15.2009

Buat Pria, Bible Says...!

Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.

(Ratapan 3:27)



...Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!. Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!. Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!. Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN…

(Mazmur 128 1-4)

THEODORE ROOSEVELT

(diambil dari : The 21 Irrefutable Laws of Leadersip, John C Maxwell)

Dari semua pemimpin yang pernah dipunyai Amerika, Theodore Roosevelt lah yang paling tangguh – secara fisik maupun mental. Tetapi pada mulanya tidaklah demikian. Presiden koboi Amerika ini dilahirkan di Manhattan dalam sebuah keluarga terkemuka. Tetapi ketika masih kecil, ia kurus kerempeng dan sakit-sakitan. Ia mengidap asma yang melemahkannya, menderita penglihatan yang buruk, dan luar biasa kurus. Orangtuanya tidak yakin ia akan bertahan.

Ketika berusia 12 tahun, ayahnya mengatakan, “kamu bermodalkan pikiran, tetapi tidak bermodalkan tubuh, dan tanpa bantuan tubuh, pikiranmu tidaklah mungkin semaju seharusnya. Kamu harus menjadikan tubuhmu modal”.

Roosevelt mulai meluangkan waktu setiap harinya membangun tubuhnya selain pikirannya, dan ia lakukan itu seumur hidupnya. Ia angkat barbell, mendaki, main sepatu es, berburu, mendayung berkuda dan bertinju. Di tahun-tahun kemudian Roosevelt mengevaluasi kemajuannya, mengakui bahwa ketika masih kecil ia penggugup dan pengecut. Tetapi katanya, “dari membaca orang-orang yang saya kagumi…dan dari mengenal ayah saya, saya kagum terhadap orang-orang yang tidak mengenal takut dan yang bisa mengangkat statusnya di dunia, dan saya sungguh ingin seperti mereka”. Ketika lulus dari Harvard, ia sudah seperti mereka, dan ia siap menghadapi dunia politik.

Roosevelt juga bukan menjadi pemimpin besar dalam semalam. Jalannya menuju kepresidenan itu lamban pertumbuhannya. Sementara ia memegang posisi, mulai dari Komisaris Polisi New York City hingga Presiden Amerika Serikat, ia terus belajar dan bertumbuh.

Sebagai calon wakil presiden pada tahun 1900, ia memberikan 673 pidato dan menempuh jarak 20.000 mil berkampanya bagi Presiden McKinley. Dan beberapa tahun setelah menjabat sebagai presiden, ketika menyiapkan pidatonya di Milwaukee, Roosevelt ditembak. Dengan tulang rusuk yang patah serta sebuah peluru bersarang di dadanya, Roosevelt bersikeras menyampaikan pidatonya selama satu jam sebelum membiarkan dirinya dilarikan ke rumah sakit.

Daftar prestasi Roosevelt sungguh luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat tampil sebagai adikuasa. Ia bantu Amerika mengembangkan Angkatan Laut kelas satu. Ia bangun Terusan Panama. Ia negosiasikan damai antara Rusia dan Jepang, meraih Nobel Price untuk Perdamaian dalam prosesnya. Setelah pensiun pada tahun 1909 ia masih memiliki aktivitas-aktivitas lain, diantaranya : memimpin suatu ekspedisi ilmiah di Afrika dan memimpin sebuah kelompok menjelajahi Sungai Keraguan di Brazil yang belum pernah diarungi.

Pada tanggal 6 Januari 1919, di rumahnya di New York, Theodore Roosevelt meninggal dalam tidurnya. Ketika itu, Marshall yang menjadi wakil presiden mengatakan “Maut harus membuatnya tidur, sebab seandainya Roosevelt tidak sedang tidur, pasti ia akan bertarung”. Ketika mereka mengangkatnya dari tempat tidurnya, ternyata di bawah bantalnya terdapat sebuah buku. Hingga akhir hayatnya pun, Roosevelt tetap berupaya belajar dan meningkatkan dirinya.

Kalau anda ingin menjadi pemimpin, kabar baiknya adalah bahwa anda bisa melakukannya. Semua orang mempunyai potensi, tetapi itu tidak mungkin dicapai dalam semalam. Itu menuntut ketekunan. Dan anda mutlak tidak bisa mengabaikan Hukum Proses. Kepemimpinan tidaklah berkembang dalam satu hari. Melainkan seumur hidup.(red)


9.19.2008

ARTI DAN MAKNA KEMERDEKAAN

Bacaan : Kisah Para Rasul 26: 12-23

“Sebagai orang kristen, kita harus menjadikan kasih dan pengorbanan Kristus menjadi pendorong utama terjadinya perubahan yang radikal"

Oleh : Pdt. Yusuf S Maliku

Kemerdekaan Indonesia adalah peristiwa yang sangat menentukan kehidupan Bangsa Indonesia. Kemerdekaan memberikan pengharapan, karena kemerdekaan, bangsa Indonesia memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara hingga mampu mempunyai derajat yang sama dengan bangsa – bangsa lain . Kemerdekaan, berarti bagaimana membebaskan diri dari sebuah belenggu atau sesuatu yang mengikat kita, seperti belenggu kekuasaan orang lain/penjajahan, rasa ketergantungan pada orang lain, atau kuasa-kuasa tertentu.

Bagi Paulus yang dahulu memiliki hidup masa lalu yang kelam, kebangkitan Kristus sangat menentukan hidupnya. Karena bertemu dengan Kristus (ayat 14-15), jalan kehidupan Paulus berubah secara radikal, dari pembunuh menjadi pewarta kehidupan kekal, dari duta orang yang buta kebenaran menjadi duta Allah untuk memelekkan mata orangorang buta sehingga mereka menemukan kebenaran Illahi (ayat 16-18).

Pertemuan Paulus dengan Kristus tidak hanya membuahkan perubahan radikal yang sementara namun Paulus senantiasa setia mengisi hidupnya dengan bakti, daya dan karya yang sejalan dengan misi yang ia terima dari Kristus , ayat 19 -20. Berita kebenaran yang selalu ia wartakan adalah “Kristus yang mati tapi telah bangkit sesuai denga nubuatan para nabi terdahulu dan kemudian membawa terang kepada semua bangsa”. Seluruh aspek kehidupan Paulus beralaskan kasih Kristus mulai dari masa lalu, masa kini, dan masa depan telah berada dalam terang kasih Kristus.

Hidup, bakti, dan karyanya menjadi bermakna tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi masyarakat. Sebagai orang kristen, kita harus menjadikan kasih dan pengorbanan Kristus menjadi pendorong utama terjadinya perubahan yang radikal, di mana ada kebencian, dendam, dan kekerasan, orang kristen harus menghadirkan kasih dan kuasa Yesus yang memberi hidup; di mana ada diskriminasi dan perpecahan kita harus menghadirkan Kristus yang menjadi
pemersatu.

Bangsa Indonesia telah meraih kemerdekaan dari penjajahan, itu berarti bangsa Indonesia telah bebas untuk mengatur dan membangun kehidupannya sendiri. Persoalan sekarang ialah bagaimana rakyat Indonesia yang di dalamnya kita ada, untuk mengisi kemerdekaan ini sesuai amanah UUD 45, yang tujuannya untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa perbedaan.

Belajar dari perjalanan hidup Paulus yang telah dimerdekakan Kristus dari seorang penjahat/pembunuh, menjadi seorang rasul/pelayan yang ulung, menyampaikan berita keselamatan bagi banyak orang, maka kita sebagai generasi muda (PPGT) yang merupakan harapan keluarga, gereja, dan bangsa, juga akan berusaha membebaskan/memerdekakan diri dari segala hal yang dapat membelenggu kehidupan kita seperti kemalasan, pergaulan yang menjerumuskan (narkoba, pergaulan bebas), dan sebaliknya mengisi kehidupan kita dengan berkreasi, berkarya, dan mengabdi bagi kepentingan keluarga, persekutuan, gereja, bahkan bagi bangsa dan negara.

Tuhan kiranya menuntun/menolong kita untuk memaknai hidup yang telah dianugrahkanNya. Amin.

“Kita sebagai generasi muda (PPGT) yang merupakan harapan keluarga, gereja, dan bangsa, juga akan berusaha membebaskan/ memerdekakan diri dari segala hal yang dapat membelenggu kehidupan kita “

8.17.2008

Kekanak-kanakan No! Anak-anak Yes!

Bacaan: Markus 9:33-37

Kanak-kanak adalah periode perkembangan masa pra sekolah (usia antara 6-12 tahun). Kekanak-kanakan adalah orang yang bukan lagi kanak-kanak tetapi bertingkah laku seperti anak-anak. Remaja sudah tidak suka disebut sebagai anak-anak. Mereka bukan anak-anak lagi. Namun demikian, terkadang dalam kehidupan sehari-hari mereka masih sering menunjukkan sikap kekanak-kanakan: suka dengan kebebasan tetapi tidak suka dengan tanggung jawab. Melalui pelajaran ini remaja dapat belajar hal-hal yang baik dari anak-anak tanpa harus bersikap dan bertindak kekanak-kanakan.

Siapakah Yang Terbesar? ( Markus 9:33 - 34 ).
Inilah yang diperbincangkan dan diperdebatkan para murid. Sebenarnya perbincangan mereka sangat manusiawi. Siapa sih yang tidak ingin berkuasa, disegani dan memerintah? Konsep yang dimiliki oleh para murid adalah konsep duniawi. KeMesias-an Yesus juga dipahami secara duniawi. Jadi mereka merasa perlu berebut untuk mendapatkan posisi yang penting di samping Yesus. Mereka bertengkar untuk memperebutkan siapa yang terbesar . Lalu, mereka menjadi malu dan terdiam. "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" Mereka tidak menyangka bahwa Yesus tahu apa yang mereka pertengkarkan.

Meluruskan Ambisi ( Markus 9:35 ).
Yesus tidak marah kepada murid-murid- Nya. Ia memahami apa yang mereka ributkan. Walaupun selama ini mereka bersama-sama dengan Yesus, tetapi konsep yang mereka miliki masih sangat diwarnai oleh konsep-konsep dunia. Apa yang Yesus ajarkan dan contohkan selama ini belumlah cukup untuk mengubah pola pikir murid-murid - Nya . Berhadapan dengan Yesus, konsep-konsep yang biasa bagi dunia akan diubah dan diperbaiki. Yesus berkata, "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Menjadi yang terbesar dan terutama bukanlah sesuatu yang salah atau keliru. Persoalannya, motivasinya yang harus diubah. Bagi dunia, menjadi yang terbesar berarti dilayani, mendapat fasilitas, dapat memerintah dan mendapat kemudahan-kemudahan lainnya. Mereka menguasai dan menggunakan segala sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri. Sebaliknya, menjadi yang terbesar dan terutama dalam rangka mengikut Yesus berarti melayani, memperhatikan, dan tindakan-tindakan lain yang mencerminkan kesediaan diri untuk berkarya bagi sesama. Jauh dari pikiran untuk mencari kesenangan dan kepuasan diri sendiri. Melayani dan bukan dilayani itulah nilai yang diajarkan Yesus.

Belajar dari anak-anak (Markus 9:36-37 ).
Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkan di tengah-tengah. Seorang anak sama sekali tidak mempunyai pengaruh. Seorang anak kecil jarang diperhatikan. Ia dipandang tidak dapat memberikan kontribusi bagi kesuksesan seseorang. Ia kurang diperhitungkan oleh orang-orang dewasa. Yang terjadi justru sebaliknya. Seorang anak butuh sesuatu. Seorang anak masih membutuhkan pertolongan orang dewasa. Anak adalah gambaran tentang orang yang membutuhkan sesuatu. Menyambut Yesus seperti menyambut seorang anak kecil berarti siap menyambut dan melayani siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Kehadiran murid-murid Yesus adalah untuk melayani dan memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan. Kehadiran gereja adalah untuk membantu masyarakat yang memerlukan bantuan. Kita tidak boleh menghindarkan diri dari orang-orang yang membutuhkan bantuan kita walaupun memang lebih mudah menjalin hubungan dengan orang orang yang bisa membantu kita.