Bacaan : Kisah Para Rasul 26: 12-23
“Sebagai orang kristen, kita harus menjadikan kasih dan pengorbanan Kristus menjadi pendorong utama terjadinya perubahan yang radikal"
Oleh : Pdt. Yusuf S Maliku
Kemerdekaan Indonesia adalah peristiwa yang sangat menentukan kehidupan Bangsa Indonesia. Kemerdekaan memberikan pengharapan, karena kemerdekaan, bangsa Indonesia memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara hingga mampu mempunyai derajat yang sama dengan bangsa – bangsa lain . Kemerdekaan, berarti bagaimana membebaskan diri dari sebuah belenggu atau sesuatu yang mengikat kita, seperti belenggu kekuasaan orang lain/penjajahan, rasa ketergantungan pada orang lain, atau kuasa-kuasa tertentu.
Bagi Paulus yang dahulu memiliki hidup masa lalu yang kelam, kebangkitan Kristus sangat menentukan hidupnya. Karena bertemu dengan Kristus (ayat 14-15), jalan kehidupan Paulus berubah secara radikal, dari pembunuh menjadi pewarta kehidupan kekal, dari duta orang yang buta kebenaran menjadi duta Allah untuk memelekkan mata orangorang buta sehingga mereka menemukan kebenaran Illahi (ayat 16-18).
Pertemuan Paulus dengan Kristus tidak hanya membuahkan perubahan radikal yang sementara namun Paulus senantiasa setia mengisi hidupnya dengan bakti, daya dan karya yang sejalan dengan misi yang ia terima dari Kristus , ayat 19 -20. Berita kebenaran yang selalu ia wartakan adalah “Kristus yang mati tapi telah bangkit sesuai denga nubuatan para nabi terdahulu dan kemudian membawa terang kepada semua bangsa”. Seluruh aspek kehidupan Paulus beralaskan kasih Kristus mulai dari masa lalu, masa kini, dan masa depan telah berada dalam terang kasih Kristus.
Hidup, bakti, dan karyanya menjadi bermakna tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi masyarakat. Sebagai orang kristen, kita harus menjadikan kasih dan pengorbanan Kristus menjadi pendorong utama terjadinya perubahan yang radikal, di mana ada kebencian, dendam, dan kekerasan, orang kristen harus menghadirkan kasih dan kuasa Yesus yang memberi hidup; di mana ada diskriminasi dan perpecahan kita harus menghadirkan Kristus yang menjadi
pemersatu.
Bangsa Indonesia telah meraih kemerdekaan dari penjajahan, itu berarti bangsa Indonesia telah bebas untuk mengatur dan membangun kehidupannya sendiri. Persoalan sekarang ialah bagaimana rakyat Indonesia yang di dalamnya kita ada, untuk mengisi kemerdekaan ini sesuai amanah UUD 45, yang tujuannya untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa perbedaan.
Belajar dari perjalanan hidup Paulus yang telah dimerdekakan Kristus dari seorang penjahat/pembunuh, menjadi seorang rasul/pelayan yang ulung, menyampaikan berita keselamatan bagi banyak orang, maka kita sebagai generasi muda (PPGT) yang merupakan harapan keluarga, gereja, dan bangsa, juga akan berusaha membebaskan/memerdekakan diri dari segala hal yang dapat membelenggu kehidupan kita seperti kemalasan, pergaulan yang menjerumuskan (narkoba, pergaulan bebas), dan sebaliknya mengisi kehidupan kita dengan berkreasi, berkarya, dan mengabdi bagi kepentingan keluarga, persekutuan, gereja, bahkan bagi bangsa dan negara.
Tuhan kiranya menuntun/menolong kita untuk memaknai hidup yang telah dianugrahkanNya. Amin.
“Kita sebagai generasi muda (PPGT) yang merupakan harapan keluarga, gereja, dan bangsa, juga akan berusaha membebaskan/ memerdekakan diri dari segala hal yang dapat membelenggu kehidupan kita “
9.19.2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar