
Sosok cowok kelahiran 2 Juni 1984 ini selalu tenang dalam pembawaan. Dengan ucapan khasnya “…oke teman-teman”, dia mampu menghimpun dan memimpin pemikiran-pemikiran segar dari jiwa muda dalam beberapa organisasi. PPGT, organisasi kita tercinta, sekarang dan ke depan dipimpin oleh Om Jon (…panggilan akrab Jon).
Pada kurun waktu 2003-2004, Jon memimpin Kamapraja (Ikatan Mahasiswa dan Alumni Petra Toraja). Tidak cuma sampai di situ saja. Pada tahun 2003 Jon masuk dalam kepanitiaan Gebyar Seni Budaya di Petra. Tahun 2005, kepanitiaan LKPD dipimpin oleh Jon. Masih di tahun yang sama, Jon memimpin Kompetisi Ilmiah Kamapraja sebagai ketua. Pada tahun 2006, Jon masuk dalam divisi acara Camp penyambutan MABA Kamapraja. Dan pada tahun 2007, Ia masuk dalam divisi materi panitia Program pEnggerak miNat belAjar (PENA) 2007. Begitu banyak kepanitiaan dan organisasi yang diikuti oleh Jon?...tepat sekali, organisasi memang menjadi hal yang menarik di mata Jon. Menurutnya organisasi merupakan tempat belajar dalam hal sosialisasi, komunikasi, dan yang paling penting leadership. Selain organsisasi, hal menarik lainnya adalah ilmu elektro. Cowok ini menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Teknik Elektro Universitas Kristen Petra. Bagaimana Jon bersikap dalam memimpin suatu organisasi? “Seseorang itu harus berjiwa melayani (serving), memiliki pendekatan persuasif, dalam hubungannya dengan mengutamakan kepentingan seluruh anggota, dan yang terakhir memiliki integritas.” Demikian yang dikatakannya. Pemuda bertipe melankolis plegmatis ini memilih Mother Theresia sebagai tokoh panutannya. “Ia memiliki integritas dan totalitas dalam melayani. Walaupun ditentang oleh banyak kalangan bahkan oleh keuskupannya sendiri, Mother Theresia tetap teguh dalam pelayanannya”.
Jon menyelesaikan pendidikan SD hingga SMU nya di Tana Toraja. SDN 91, SMP Katolik Rantetayo, dan SMU Negeri 1 Makale adalah almamater Jon. Masa SD adalah masa-masa kecil yang paling berkesan bagi seorang Jon. Rasa solidaritas teman bermain, suasana kampung yang menyenangkan merupakan hal yang berharga untuk tetap diingat. Ketika mengikuti kamp paskah dan natal, dilanjutkan dengan malam tahun baru, dimana Jon kecil mengisinya dengan bermain meriam bambu bersama teman-teman sampai pagi, in Torajanese, ma’barattung sae lako melambi’, adalah kenangan manis yang sulit dilupakan Jon. Oh ya..pengalaman yang paling berkesan dalam berorganisasi, bagi Om Jon adalah ketika Kamapraja mengadakan KIK 2005, dimana dia adalah ketuanya. Solidaritas tinggi diantara anggotanya yang tanpa lelah berkarya bagi adik-adik SMA, pengalaman saat pencarian dana;tanpa lelah menghadap beberapa petinggi di Tana Toraja, dan pengalaman menginap di Asrama Elim Rantepao (base camp panitia KIK..red); hanya bermodalkan sara’ba, malam yang dingin dapat dilewati, …adalah hal-hal yang memberikan kesan tersendiri bagi Jon. Sebelum berpisah dengan redaksi, Jon memberikan pegangan hidupnya yang diambilnya dari Ibrani 13. Di dalamnya diuraikan tentang Nasihat dan doa selamat. Jon berpendapat semua aspek hidup ada di bagian ini termasuk di dalamnya pelayanan dan materi.
Demikianlah sedikit fakta tentang Jon Marjuni Kadang, ketua PPGT tahun pelayanan 2008-2010, yang dapat disajikan oleh arek Kareba PPGT.
4 komentar:
sukses selalu buat ppgt surabaya..
moga tambah kompak dan bersatu..
God Bless us
saya alumni asrama elim 1999. sekarang bekerja di sby...sukses terus gereja toraja. saya orang tator asli hehe....
yo..maju truss
HASIL POLLING ASRAMA ELIM RANTEPAO
JUMLAH SUARA = 327 Responden
* Tidak Setuju = 302 ( 92,35% )
* Setuju = 13 ( 3,97% )
* Ragu-ragu. = 12 ( 3,66% )
Waktu Pelaksanaan : bulan Mei - 17 Agustus 2009
Hasil selengkapnya kunjungi SOTT:
http://www.savetoraja.blogspot.com/2009/08/pengumuman-hasil-polling-asrama-elim.html
Semoga hasilnya dapat menjadi pertimbangan dan bahan evaluasi bagi BPMS Gereja Toraja
Maju terus PPGT Surabaya demi kemuliaan Tuhan
GBU
Posting Komentar